Selasa, 21 Juni 2011

bohong..

apa?
aku pembohong katamu?
lalu?
apa yang membuatmu bertahan.
lelah?
iyah, semua napasku seakan tak kau nilai sedikitpun.
aku?
kau anggap aku sampah.

Kamis, 16 Juni 2011

bukan avatar...

air
api
udara
tanah
dan seluruh elemen bumi..
ini bukan tentang avatar..
seluruhnya menyaksikanku terpaku, mengingat ingat wajah seseorang.
---perempuan di hati kekasihku..
apa lagi yang melebihi ini?

Selasa, 14 Juni 2011

pluaaah @.@

kantong kering.
modal air putih.
sebungkus rokok marlboro merah.
copyan tugas bahasa dan media.
souljah, float.
notebook abal-abal.
bolpen kuning.
energi maksimal dari pusing.
kerja tugas kerja tugas....

@teras kamar 16:19..

Minggu, 12 Juni 2011

sunset bar @ pantai gapura




kunyahan sepi..

aku benci harus mengatakan ini padamu, padanya, atau pada siapa saja lah, tapi yah, mungkin sebaiknya dan seharusnya sedini mungkin kau belajar untuk mencintai sepimu. masukkan ia dalam sisi otak tak terjamahmu agar tak kau lupakan adanya. jadikan ia bagian dalam dirimu agar bisa kau cumbui dengan mesra kapan saja ia datang menjengukmu. karena ia ada. dan pasti. aku tak sedang mengajarimu menjadi manusia penyendiri nan menyedihkan yang akan menghabiskan banyak waktunya di dalam kamar sempit, sendiri, kotor, dan bau demi pembuktian cintanya yang terpengaruh pada kalimat awalku. bukan, bukan itu maksudku.

dulu, sebelum ini, sebelum menyadari banyak hal nyata, aku adalah seorang manusia yang hampir setiap detik hidupku bersama kekasih dan teman-teman melakukan ini itu, mencoba ini itu, kesana kemari, lalu tiba saatnya aku merasa kelelahan dan kutemukan diriku berada dalam ruang kecil, di atas kasur tipis bau, tak berdaya, dan sendiri.

***

malam ini, seorang teman dekat tiba tiba saja menggerutu tepat di sebelahku. suaranya bergetar, dan tebak, kurasa ia sedang menahan tangisnya. ia terlihat amat kesal.

"akh jeleknya mood-ku"
"kenapa? gara-gara dapat sms io?"
"akh tidak, orang lagi sayang-sayanganji"
"oh, gara-gara nda ada teman ceritamu io? merasa dirampas teman curhatmu io?"
"io"

sebelumnya, ia mencari seorang teman untuk diajaknya membicarakan apalah. tapi yang didapatinya adalah acuh. dan bla bla bla. dia sekarang sendiri. entah menggunakan jurus apa mengembalikan moodnya, yang pasti ia sedang sendiri. merasa kesepian. haruskah kugunakan kata malang? janganlah, ia sudah sangat fasih mengenali setiap sisi sepinya. hanya saja ia benci sepi yang menghampirinya tidak tepat waktu.

tentu saja, aku juga seperti itu. kadang dengan sengaja mengasingkan diri. menyusup di tempat paling gelap. tak bisa kupungkiri, di beberapa waktu, aku memang butuh menjadi manusia kesepian. menikmatinya. namun sepandai apapun kumainkan sepiku, tetap saja akan menjadi menyebalkan saat ia datang si saat yang tak diinginkan.

***

besok bisa saja kekasihku akan bosan pada tubuh tipis dan tingkah anehku, perlahan-lahan membenciku mungkin, menyelipkan sumpah serapah sebelum membisikkanku selamat tinggal. atau teman-teman dekat yang mulai risih dengan keberadaanku, beralasan ini itu demi menjauhiku. dan apalaaaah. menurutmu apa yang harus kulakukan? berlutut dan memohon mereka untuk menerimaku apa adanya? merengek? oh tidak. akan kunikmati sepi dan sendiriku. berjalan dengan bekal barisan lagu asik dan sepatu butut, lupa pada apa saja yang membuat dongkol.



11 juni 2011, di kamarku bersama dingin dan kekasih yang dingin.

Minggu, 05 Juni 2011

sore itu..

satu lagi arsip tahun lalu tepat sehari sebelum perayaan abal-abal umur 20tahun yang ababil :p


Story of the year.
Rumput liar.
Pohon mangga yang kokoh.
Rangka rumah kami yang tak kunjung terbangun.
Asap.
Capung.
Mereka yang bekerja bak babu.
Mereka yang sedang membersihkan bak cleaning service.
Mereka yang sedang usil.

Tidak sedang menanti; sungguh umur yang semakin bertambah malah membuatku sadar akan banyak hal.
Tanggung jawab yang semakin besar.
..... 

22 maret 2010 - my 20th

baru saja di dapatkan dari arsip blog sebelumnya :)


Merasa sedang dalam usia matang, berharap sangat semuanya pun menjadi lebih matang.
Tanggung jawab yang semakin berat seperti memaksa tubuh yang juga bertambah rapuh untuk terus aktif.
Pikiran yang semakin rumit terus saja mengasah kelihaian otak.
Beruntung bisa lebih melapangkan dada, mengikhlaskan tubuh untuk hidup kita.
Satu hal, yang pasti.

Semua sudah kusembunyikan dalam ingatan tak terjamah, berharap tak akan pernah terlupa, meski sedang alzeimer sekalipun.

Sabtu, 04 Juni 2011

understand?


aku menulis ini di sela kantuk dan malas yang tak tangung-tanggung menungguimu. kukedapkan telingaku dari bising ruang sebelah. kelopak mataku yang semakin memberat kuacuhkan. seluruh organ tubuh seakan sedang lelah dipekerjakan. mereka memilih lengah di tengah sigap panca indraku yang kacau balau. sendi ini sendi itu mengilu. suara gitar merdu dari petikan jari seorang kawan terdengar tak lebih dari suara gitar tua sumbang lapuk. barisan lagu dari ruang satunya lagi bak lolongan anjing lapar dengan lumuran darah di sekitaran taringnya. yah, dan banyak ke-lain-lain-an lagi yang kurasa meng-aneh dalam diriku.

---
kondisi tubuh yang sedang tak baik-baik saja benar-benar hampir membunuh fungsiku. beberapa janji dengan kawan harus kubatalkan begitu saja, cukup mencari alibi tepat, mereka dengan mudahnya percaya, atau mungkin hanya pura-pura percaya, mengertilah kawan, ini bukan sepenuhnya ingin hati. tumpukan tugas final ku kesampingkan, mulai dari makalah iklan dari mata kuliah bahasa dan media. bacaan novel tugas akhir hanya berhasil kutelanjangi dengan tatapan. hanya kusentuh sesekali, kubuka halaman awal, dan lalu ngantuk. bahkan untuk memberi asupan benda apalah ke tubuhku serasa tak penting. untung saja aku selalu siap jika kantung kemihku terisi penuh dan siap diludahkan. enam hari lagi, setelah deadline seminggu kemarin. setelah itu, entahlah...

---

oh, ayolah, melihat diriku seperti ini tak seharusnya kau buat duduk menyilangkan kaki dan terlihat dermawan bagi nyamuk sialan ini. aku sedang butuh sesuatu yang lebih dari sekedar istirahat, tidur, makanan, akh sial! ya sudahlah. go ahead. do what u wanna do. its ain't nothing. i understand. but someday if i do what i wanna do. its ur turn to understand. deal? whatever.